Pelukan hangat Paman Birin seraya menyambut kedatangan Menteri Pertanian RI di Bandara Syamsuddin Noor
lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Gubernur Kalsel Paman Birin menyambut kedatangan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo di VIP Room Bandara Syamsuddin Noor pada Jumat (11/8) pagi.
Dengan penuh keakraban, Paman Birin pun memasangkan syal khas kain Sasirangan kepada Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Selanjutnya, Paman Birin mengajak Menteri Pertanian RI tersebut menuju VIP Bandara Syamsuddin Noor untuk beristirahat sebentar.
Dalam penyambutan Syahrul Yasin Limpo itu, tampak hadir Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drh.Suparmi, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Syamsir Rahman dan Danlanud Kolonel Pnb Vincentius Endy.
Sesuai agenda kunjungan kerja Mentan RI ke Kalsel, dijadwalkan Jumat, (11/8/2023) pagi guna menghadiri Rapat Koordinasi Antisipasi Elnino, yang akan berlangsung di Hotel Galaxy, Banjarmasin.
Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan perhatian khusus kepada provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim ekstrim kekeringan (El Nino) agar tidak berdampak terhadap penurunan produksi pangan. Pasalnya, Kalsel merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Sehingga perlu dilakukan pengawalan dan didorong menerapkan berbagai program terobosan yang operasional.
“Kedatangan saya atas nama pemerintah dan perintah Bapak Presiden untuk meminta tolong sama-sama menghadapi tantangan terhadap ancaman global yakni perubahan iklim ekstrim, krisis ekonomi dunia dan dampak covid 19. Pertemuan terkait antisipasi El Nino ini sangat relevan dan penting, karena kalau tidak diantisipasi dengan baik, El Nino berdampak signifikan terhadap penurunan produksi,” kata Mentan SYL pada Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Dampak El Nino Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Jumat (11/8/2023).
“Provinsi Kalsel adalah salah satu daerah penopang pangan nasional, selain 6 daerah lainya. Saya minta Kalimantan Selatan menyiapkan 100 ribu hektar lahan guna menghadapi El Nino ini, kita booster untuk menghasilkan pangan. Kita terapkan tanam, petik, olah, jual. Kita susun agenda aksinya sampai dengan marketnya. Jangan hanya tanam saja. Hasilnya kita simpan di pergudangan yang ada untuk suplai kebutuhan masyarakat hingga Papua,” tuturnya.












