Setelah bertahun-tahun belum berfungsi optimal, SPAM Maloy akhirnya mulai mengalirkan air bersih untuk masyarakat. Tak hanya menjawab kebutuhan dua kecamatan, infrastruktur ini juga disiapkan menjadi penopang pengembangan KEK Maloy.
Lenterakalimantan.com, KUTAI TIMUR – Ketersediaan air bersih menjadi salah satu modal penting untuk mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kabupaten Kutai Timur. Setelah bertahun-tahun belum beroperasi optimal, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy kini mulai berfungsi dan memasok kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang.
Beroperasinya instalasi tersebut menjadi kabar baik di tengah ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih.
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr H Rudy Mas’ud mengungkapkan, manfaat SPAM Maloy kini sudah dirasakan masyarakat di dua kecamatan tersebut.
“Alhamdulillah, instalasi air bersih ini manfaatnya sudah bisa dirasakan masyarakat dua kecamatan, Kaliorang dan Sangkulirang,” kata Rudy Mas’ud saat meninjau SPAM Maloy di kawasan KEK Maloy, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur, Senin (2/11/2026).
Saat ini, Water Treatment Plant (WTP) Maloy mampu mendistribusikan air bersih kepada Perumdam Kutai Timur sebanyak 3.000 meter kubik per hari.
Pasokan air bersumber dari Intake Mata Air Sekerat yang dialirkan menggunakan pompa berkapasitas 360 liter per detik. Air tersebut kemudian melalui proses pengolahan dan filtrasi sebelum ditampung di reservoir berkapasitas 5.000 meter kubik untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat.
Rudy mengaku bersyukur karena instalasi yang dibangun sejak 2018 tersebut akhirnya dapat beroperasi. Padahal, saat dirinya berkunjung pada Februari lalu, SPAM Maloy belum berfungsi sebagaimana mestinya.
“Februari lalu kami ke sini SPAM ini belum beroperasi. Alhamdulillah hari ini sudah beroperasi dan sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
SPAM Maloy Disiapkan Pasok 15 Ribu Kubik Air per Hari
Tak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, keberadaan SPAM Maloy juga diproyeksikan menjadi penopang pengembangan kawasan industri. Ke depan, kapasitas produksi air baku instalasi tersebut direncanakan meningkat hingga 720 meter kubik per jam atau sekitar 15.000 meter kubik per hari.
Menurut Rudy, ketersediaan air dan listrik merupakan infrastruktur mendasar yang harus dipenuhi untuk mendorong masuknya investasi ke KEK Maloy.
“Ini akan menjadi modal besar KEK Maloy berkembang, karena air dan listrik sudah tersedia,” tegasnya.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, Rudy berharap semakin banyak investor yang tertarik mengembangkan usaha di kawasan industri Maloy.
Ia menyebut sejumlah rencana investasi telah masuk, mulai dari sektor gasifikasi, industrialisasi minyak goreng, hingga pengolahan crude palm oil (CPO).
“Insyaallah sudah banyak tenant gasifikasi, industrialisasi minyak goreng, CPO dan pekerjaan infrastruktur,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Rudy juga berdiskusi dengan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Direktur Utama PT Kalimantan Timur Melati Bakti Satya (KTMBS), Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim.
Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmad serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Timur.
Selain meninjau SPAM Maloy, Gubernur juga mengunjungi PT Perkebunan Sawit Sinergi (PSS) yang berada tidak jauh dari kawasan KEK Maloy.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke PT Ganda Alam Makmur (GAM), yang berencana melakukan tukar guling jalan provinsi berkaitan dengan rencana operasional perusahaan.
Terkait rencana tersebut, Rudy menegaskan pemerintah tidak akan mengambil keputusan secara terburu-buru. Kajian menyeluruh dan persetujuan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama.
“Kita tidak bisa setuju begitu saja, sebelum ada kajian dan persetujuan masyarakat. Intinya jangan sampai rencana perusahaan merugikan masyarakat,” tandasnya.


