lenterakalimantan.com, PARINGIN – Keluhan warga terkait lalu lintas truk bermuatan besar di Jalan A Yani akhirnya mendapat perhatian DPRD Kabupaten Balangan.
Di Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar baru-baru ini, warga menyuarakan keresahan mereka terhadap gangguan yang ditimbulkan, terutama saat jam sibuk, pagi, dan sore.
Menurut warga, truk-truk besar yang melintas tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga membahayakan pengendara lain, khususnya bagi anak-anak yang berangkat dan juga pulang sekolah.
Beberapa warga bahkan mengaku sering mengalami kesulitan, akibat padatnya arus lalulintas, ditambah sejumlah kendaraan berat yang melintas di Jalan A Yani.
“Kami merasa tidak nyaman, sekaligus khawatir setiap hari. Di samping jalan yang macet, keselamatan anak-anak juga terancam,” kata salah satu warga Paringin Kota yang biasa disapa Mamat, Rabu (19/3/2025).
Menanggapi situasi seperti ini, Ketua Komisi III DPRD Balangan, Hafis Ansyari, memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan Provinsi, Balai Jalan, hingga DPRD Kalimantan Selatan.
“Mengingat Jalan A Yani berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, kami akan mengkaji regulasi yang memungkinkan pengaturan jam operasional kendaraan besar agar tidak mengganggu aktivitas warga,” ucapnya saat dikonfirmasi.
Ia menyampaikan bahwa, saat ini sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Penggunaan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Angkutan Hasil Tambang dan Perkebunan. Oleh karena itu, kajian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada tumpang tindih aturan.
“Kami berkomitmen mengawal setiap aspirasi masyarakat hingga ada solusi konkret. Kami tidak ingin keluhan ini hanya berakhir sebagai wacana tanpa tindakan nyata,” pungkas Ketua Komisi III DPRD Balangan.
Dengan adanya respons dari DPRD, warga berharap segera ada langkah konkret yang dapat mengurangi dampak buruk truk bermuatan besar yang melintas di Jalan A Yani, untuk kepentingan, kenyamanan, dan keselamatan bersama.
Editor: Rian


