lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Korban dukun cabul JT (61) eks Kepala Desa (Kades) Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala) bertambah menjadi 3 orang.
Ketiga korban kini sudah mendapat pemeriksaan dan pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Tala.
“Iya, korban, yang pertama berusia 16 tahun sudah dilakukan pemeriksaan dan pendampingan, termasuk dua korban anak perempuan berusia 11 tahun, masih satu keluarga jadi korban pelecehan seksual,” kata Pahimah Kepala UPTD PPA Tala, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (12/6/2024) malam.
Rencananya, pemeriksaan lanjutan dijadwalkan 2 minggu kemudian. Pendampingan ini dilakukan sampai kondisi korban mulai pulih sesuai hasil evaluasi psikolog klinis.
“Korban yang disetubuhi pelaku mengalami trauma. Dia malu dan takut serta mengalami gangguan pusing dan sakit perut,” pungkas Pahimah.
Sementara itu, salah seorang saudara atau Julak dari korban, sebut saja namanya DD ( 52) menceritakan kepada media ini, awal pelaku datang ke rumah orang tua korban mengaku dukun yang bisa mengobati pasien.
Menurut DD, awalnya orang tua korban ini bercerita sama temannya bahwa usaha dagangannya sunyi. Mendapat saran dari temannya minta bantu penglarisan dagangan sama JT (dukun).
DD meneruskan ceritanya, setelah terhubung komunikasi, Dukun JT datang ke rumah orang tua korban. Tanpa basa basi panjang minta korban untuk ritual dimandikan.
“Saya dan orang tua korban kecolongan sama dukun cabul ini, padahal waktu ritual itu semua keluarga ada di ruang tengah. Dukun dan korban ada selama kamar tertutup, sama sekali tidak menaruh rasa curiga,” katanya.
Setelah memandikan korban yang 16 tahun bersama dua adik perempuan 11 tahun disuruh masuk ke kamar.
Tidak lama kemudian dua adiknya disuruh keluar tinggal korban kakaknya itu yang ada dalam kamar, selang 25 menit pelaku keluar dari kamar.
“Kami sekeluarga tidak tahu karena korban ini banyak diam tidak menceritakan kepada orangtuanya,” ujarnya.
Terbongkarnya pelaku dukun cabul ini kata DD, setelah hampir tiga minggu berturut-turut dukun cabul datang ke rumah orang tua korban.
Baru adik korban ini bercerita bahwa dukun itu melakukan perbuatan mesum atau pelecehan seksual kepadanya.
“Adiknya jadi korban juga, mengaku di lakukan pelecehan,” ucapnya.
Setelah itu korban mau bercerita, tiga kali disetubuhi oleh pelaku dan mendapat ancaman dari pelaku, jangan bercerita kepada orang tuanya kalau cerita akan dimasukan jin dengan cara halus.
“Korban makanya tidak mau bercerita mendapatkan ancaman dari si dukun cabul,” ujarnya.
Atas kejadian itu DD bersama kerabat lainnya melaporkan ke Polsek Pelaihari. Tidak lama pelaku diamankan dan ditahan di Polsek Pelaihari.
“Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, menyebabkan trauma korban dan orang tuanya,” pungkasnya.


